Arya Ananda Indrajaya Lukmana, Pejuang Tanpa Pamrih Melawan Covid-19 Dengan Aplikasi Pendeteksi Risiko EndCorona
Media Online http://ariefpokto.com/2020/12/31/arya-ananda-indrajaya-lukmana-pejuang-tanpa-pamrih-melawan-covid-19-dengan-aplikasi-pendeteksi-risiko-endcorona/
Oleh: Arief Rachman , Kategori: Umum (https://ariefpokto.com/)

 

Apa yang terjadi saat pandemi Covid-19 mulai merebak di negeri ini ? Takut , panik, Kita melakukan semua usaha untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya virus berbahaya ini. Dan itu adalah sangat manusiawi dan perlu dilakukan. Tapi di luar sana, ternyata ada banyak orang yang berkontribusi dengan segala cara yang dimiliki untuk menolong sesama dari bahaya Covid-19.

Selain para Tenaga Kesehatan yang berada di garda terdepan, ada banyak orang yang mendonasikan makanan dan segala kebutuhan hidup bagi yang membutuhkan, ada yang mendonasikan vitamin, masker dan sebagainya. Banyak orang memberikan sumbangsih, baik secara material atau imateril.  

 Tapi di antara orang-orang berhati mulia itu, ada satu sosok yang membuat kagum karena dengan latar belakang pendidikan, ide, niat baik tanpa pamrih dan semangat membantu dengan kerjasama berbagai pihak, seorang mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia menginisiasi sebuah aplikasi yang bisa membantu banyak orang dalam suasana pandemi seperti ini.

Adalah Arya Ananda Indrajaya Lukmana yang menginisiasi EndCorona. Sebuah aplikasi yang menyediakan asesmen yang bisa mendeteksi resiko terkena Covid-19. Ini sesuatu yang amat menarik ! Sebuah cahaya di tengah kelamnya isu Covid-19.

Sayapun sempat berbincang dengan Arya via telepon di suatu sore di akhir bulan Desember membicarakan pencapaiannya. Suaranya tegas, dan dari penjelasannya Saya menangkap kalau anak ini pintar, ramah dan juga percaya diri dan tahu apa yang dia mau. Kualitas pribadi unggul yang jarang dimiliki di usia semuda dia. 19 tahun!  

Pantaslah dia menjadi Penerima Apresiasi Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih Di Masa Pandemi Covid-19 Satu Indonesia Awards 2020

EndCorona

Aplikasi ini menyediakan asesmen supaya Kita bisa mengetahui risiko terkena Covid-19. Kita yang awam soal ini bisa tahu apakah Kita rentan terkena Covid-19 atau tidak. Ada beberapa kategori dengan risiko “Rendah”, “Hati-hati”, “Rentan”, atau “Sangat Rentan”.

Dan apabila pengguna yang mendapatkan hasil risiko “Rentan” atau “Sangat Rentan” Fitur WhatsApp helpline yang disambungkan dengan Tim Dokter FKUI-RSCM juga disediakan untuk memberikan informasi lebih lanjut.

Aplikasi ini bisa diakses melalui website maupun didownload melalui Playstore Gogle dan IOS. Silakan Klik link https://linktr.ee/EndCoronaFKUI ini untuk mengaksesnya.

Saya senang menggunakan aplikasi ini karena mudah digunakan , atau User friendly, navigasinya mudah dan informasinya jelas.

EndCorona juga dapat digunakan untuk mengakses informasi dan edukasi tentang Covid-19,  mulai dari situasi terkini penyakit, hotline darurat provinsi, hingga pembasmi hoaks seputar Covid-19 yang disusun berdasarkan jurnal, literatur dan referensi yang terpercaya.

Praktis sekali aplikasi ini buat orang awam yang bingung dengan kondisinya. Karena banyak kekhawatiran yang terjadi karena virus yang mudah menular ini.

Dan aplikasi ini bisa diakses secara GRATIS oleh semua orang, sehingga akan sangat membantu mengidentifikasikan resiko orang yang rentan terkena Covid-19. Berguna sekali untuk mencegah penyebaran dan perkembangan kasus lebih jauh, juga mengedukasi masyarakat sekaligus membantu fasilitas kesehatan di Indonesia.

EndCorona bukanlah aplikasi yang mengejar keuntungan. Harapannya aplikasi ini bisa bermanfaat banyak demi Indonesia supaya segera pulih dari Covid-19. Pengorbanaan waktu dan tenaganya dilakukan untuk pencegahan Covid-19 di negeri ini.

 

Proses Pembuatan EndCorona

Ketika membaca wabah SARS Cov di Wuhan China semakin parah, saat itu namanya belum Covid-19 seperti sekarang. Arya melihat peluang  wabah itu masuk Indonesia  cukup besar dimata Arya. Itulah kenapa muncul ide membuat aplikasi bisa menilai resiko tertular virus dan juga edukasi untuk masyarakat. Postingan instagram pertama EndCorona dibuat pada bulan Februari sebelum Covid-19 populer seperti sekarang sebagai bukti bahwa dia telah memulai perjuangannya lebih awal.

Mulanya Arya mengemukakan idenya kepada dosennya yaitu Bapak Prasandhya A. Yusuf, S.Si, M.T Ph.D yang ahli di bidang medical technology , Ketua Departemen Fisika Kedokteran dan Ketua Klaster Medical Technology IMERI (Indonesian Medical Education Institute ) FKUI . Karena sudah kenal baik dan pernah ikut dalam riset-riset sebelumnya , pemaparan Arya bisa diterima oleh dosennya ini.

Satu hal yang menarik karena latar belakang Arya yang ternyata menyukai bidang robotic dan biologi. Bahkan sejak SMP dan SMA sudah menggeluti kedua bidang ini. Sempat dikirim ke International Robotics Olympic 2016 di Beijing, dan mendapatkan  penghargaan Technical Award. Lalu  waktu SMA pernah membuat Dompet Tunanetra yang bisa mendeteksi jumlah uang secara cepat bagi para tunanetra, Lalu Ketika kuliah sempat membuat aplikasi Chatbot pencarian beasiswa bagi mahasiswa UI dan bergabung menjadi  Covid UI-Facebook Data For Good Research Team. Itulah mengapa Arya bisa fasih tentang teknologi seperti ini, juga didukung rekannya dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, maka membuat proses penciptaan EndCorona lebih mulus.

 

Perkembangan berikutnya ide EndCorona ini dibawa ke Dekan FKUI lalu dikembangkan lagi dengan bertambahnya pembimbing lainnya, dr Eric Daniel Tenda, SpPD, FINASIM, dr. Dewi Friska, MKK, dan dr. Anindya P. Susanto, B.Eng, MM

.Akhirnya dengan usaha dan semangat Arya dan kawan-kawan juga dengan dukungan dari FKUI, secara cepat Aplikasi EndCorona bisa diluncurkan pada awal April 2020 untuk bisa diakses publik.

Secara indikator respons positif didapat aplikasi ini. Ada 120.000 sesi di website EndCorona , dimana para pengguna melakukan asesmen dan mengakses banyak informasi di dalamnya. Pada awal pandemic orang perlu informasi yang tentang Covid-19.

 

 

Kesulitan

Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah perizinan dari Google dan Apple berkaitan dengan upaya Google mencegah aplikasi tidak bertanggung jawab tentang Covid. Sehingga akhirnya pihak Google disurati FK UI untuk menjamin bahwa aplikasi ini didukung oleh Universitas Indonesia, termasuk juga oleh salah satu pembimbing Arya yang menjadi salah satu pengembang vaksin imperial di London yaitu dr. Eric Daniel Tenda, SpPD. Sehingga akhirnya EndCorona bisa diverifikasi dan bisa didownload orang.

 

 

Perkembangan EnDCorona

Arya ingin mengembangkan fitur-fitur di EndCorona, karena merupakan pengabdian terhadap masyarakat, targetnya berbeda dengan start up lain. Mengembangkan Ebook, Webinar, Animasi . Menjadi sebuah nama yang akan diingat mengakhiri Corona. Mahasiswa kelahiran Jakarta, 8 Februari 2001 ini berkeinginan menjangkau orang-orang yang belum mendownload. Supaya bisa menginformasikan soal Covid 19 ke lebih banyak orang di berbagai level. EndCorona sempat bermitra dengan Tersalur untuk menyumbangkan sembako buat orang-orang yang baru di PHK dan menyertakan poster informasi tentang Covid-19 supaya selain membantu yang membutuhkan, orang-orang yang belum terjangkau Aplikasi EndCorona juga bisa mendapatkan informasi yang memadai.

Harapan Arya Untuk EndCorona

Karena EndCorona sudah memiliki banyak konten seperti E-Book yang ditulis para kontributor yang merupakan puluhan dokter spesialis dan konsuler, mulai dari dokter anak, dokter gizi dan banyak lagi. Arya berharap konten ini bisa diakses masyarakat. Diharapkan konten ini bisa membantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. Ini semua bisa diakses dengan gratis  Tinggal dibaca saja.

Menjadi Penerima Apresiasi Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih Di Masa Pandemi Covid-19 Satu Indonesia Awards 2020

Arya merasa terharu karena bisa terpilih menjadi salah satu  Penerima Apresiasi Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih Di Masa Pandemi Covid-19 Satu Indonesia Awards 2020. Proses penjurian yang dijalaninya secara online berjalan mulus. Beberapa juri yang menguasai bidang ini seperti amat tertarik dengan EndCorona. Malah Profesor Nila Moeloek dan juga Onno W Purbo , Ph.d Pakar Teknologi Informasi mengajukan beberapa pertanyaan menarik seputar EndCorona kepada Arya. Profesor Emil Salim malahmemberikan masukan supaya EndCorona bisa bekerjasama dengan berbagai pihak supaya bisa dimanfaatkan lebih banyak orang.

 

Cita-Cita Arya

Ketika ditanya, apa cita-citanya, Pemuda berkacamata ini menjawab ingin menciptakan karya. Bagaimana berkarya yang bermanfaat. Salah satunya sekarang sedang membuat start up di bidang medical technology yang memiliki landasan keilmuan dan mendalam yang pasti membantu Kesehatan masyarakat.

Satu hal yang Saya tangkap dari perbincangan dengan Arya adalah banyak sekali kata “Membantu” yang diucapkannya. Tak disadarinya bahwa Arya berhati mulia dan tanpa pamrih ingin memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sunggulah perbincangan yang bermanfaat dan membuka wawasan dan juga menumbuhkan harapan. Saya senang sekali Indonesia memiliki Mutiara seperti Arya Arya Ananda Indrajaya Lukmana ini. Masih belia, tapi bisa memberikan sumbangsih signifikan untuk masyarakat banyak. Bahwa anak muda bisa membantu banyak orang dengan niat baik, kerja keras dan juga keahlian yang dimiikinya. Dan Saya yakin masih banyak Arya-Arya lain di negeri ini, yang tanpa pamrih berjuang untuk kebaikan Bersama, yang harus diapresiasi dan disemangati.

Semoga kisah Arya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama di berbagai bidang lain. Semangat terus berkarya Arya, karena Kamu dan teman-teman adalah cahaya harapan negeri ini  !