Di Hantam Pandemi, Intan Merah Penyelamat Bhumi Phala
Oleh: danar vhisnu , 2022-10-31 23:56:44Kategori: Umum (http://ngulikklik.blogger.com)Media Online
https://ngulikklik.blogspot.com/2022/10/di-hantam-pandemi-intan-merah.html


Desa Muncar yang terletak diujung utara Kabupaten Temanggung, atau 25 kilometer dari Temanggung, sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Dengan luas sekitar 943 hektar, desa ini terletak di dataran tinggi tiga gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau. Muncar dikenal sebagai penghasil tembakau, budidaya kopi robusta, dan komoditas pertanian lainnya. Namun, kopi hanyalah tanaman pelarian. Tembakau adalah tanaman utama bagi petani atau biasa disebut sebagai "emas hijau."

Achmad Sofiyudin, 27, menjadi penggerak program DSA Temanggung sejak tahun 2018. Pada tahun 2017 ia mengikuti ajang SATU Indonesia Award, dan mendapatkan apresiasi tingkat provinsi bidang lingkungan. Sofi (panggilan akrabnya) menggerakkan masyarakat, dengan mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat dan komunitas sejak tahun 2016. 

PT Astra International Tbk meluncurkan program Desa Sejahtera Astra sebagai bentuk kontribusi sosial berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan kewirausahaan di tingkat desa sesuai dengan potensi desa masing-masing. Warga desa diberikan pendampingan, mulai dari pelatihan, bantuan prasarana, hingga fasilitas modal dan pemasaran produk. Bahkan pemasaran produknya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ekspor.

Menurut Deputy Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah, program DSA bertujuan untuk berkontribusi dan menginspirasi pembangunan yang berkualitas sebagai komitmen Astra dalam mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs).

Pria kelahiran Temanggung 2 Juli 1995 itu tidak ingin petani kopi seperti petani tembakau. Meskipun tembakau itu emas hijau. Namun, menanam dan menjual tembakau tidak membuat petani kaya. Banyak petani yang terlilit hutang oleh pembeli tembakau. Masalah lain, Sofi menilai, adalah perspektif lingkungan, tembakau merupakan tanaman monokultur yang dapat merusak tanah, dan tidak mampu untuk menunjang kehidupan petani. Oleh karena itu Ia ingin petani kopi sejahtera dan bermartabat.

Pada Juli 2018, ia diajak PT Astra International Tbk menjadi penggerak DSA di Temanggung. Kabupaten ini bermoto Swadaya Bumi Phala dan bersemboyan Bersenyum (Bersih, Sehat, dan Nyaman untuk Umum). Awalnya dia hanya mendampingi 3 desa, di 2020 bertambah menjadi 4 desa, kemudian di 2021 ia mendampingi 14 desa.


“Awalnya cukup sulit untuk meyakinkan para petani," Salah satu cara yang dilakukan adalah memberi pemahaman ke petani untuk memetik biji kopi yang sudah berwarna merah. Sedangkan biji kopi yang masih berwarna hijau tidak perlu dipetik. Istilah ini dikenal dengan sebutan petik merah. Biji kopi berwarna merah memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biji kopi berwarna hijau. Selain itu, Sofi mengajak para petani kopi untuk bergabung dalam kelompok-kelompok tani. Kami mengajarkan mereka untuk melakukan kemitraan. Meskipun ekonomi skalanya kecil, tapi berkelanjutan. Oleh karena itu, pandemi tidak memberi kita banyak impact-nya, karena kita solid,” jelas Sofi. 

Sofi juga mengenalkan konsep para-para. Para-para merupakan tempat penjemuran biji kopi yang terbuat dari kayu dengan tinggi sekitar 140 cm dan tidak menapak di tanah. Pada proses pengolahan biji kopi, tempat penjemuran bisa mempengaruhi kualitas biji kopi. Para-para ini berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas biji kopi saat penjemuran.  

Pada tahap awal, Sofi bekerjasama dengan 10 kelompok tani (Poktan) kopi robusta yang beranggota 300 orang di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Temanggung. Kelompok tersebut berfungsi membantu petani dengan pola kemitraan dan kewirausahaan pertanian.

Di 2019, Mulai melakukan pengembangan standar dan kompetensi produk unggulan kawasan setiap DSA. Penguatan kelembagaan dengan manajemen satu pintu.  

Sofi mengungkapkan kini kopi menjadi agrikultur andalan dan menjadi penghasil tambahan para petani di Temanggung. Dia menyebutkan Desa Muncar ini adalah satu dari 14 desa yang dibina Astra melalui DSA. Desa Muncar kini menghasilkan kopi robusta yang sudah terbang ke negeri Kincir Angin. Kopi yang dibawa ke Belanda ini berkualitas sangat baik dengan harga lebih dari Rp 40 ribu per kilogram. Ini lebih tinggi dibanding harga level petani yang sekitar Rp 26 ribu per kilogram. Hal ini bisa menambah pendapatan para petani kopi. "Dengan kemauan dan kerja keras para penduduk dan dukungan Astra, DSA Temanggung mulai memproduksi kopi dengan berbagai varian,""Tekad saya untuk mengangkat martabat Temanggung melalui DSA mulai terwujud."

Dukungan Astra untuk DSA Temanggung

 

Bersama Astra, Desa Muncar mendapatkan bantuan berupa alat-alat serta dana yang dikelola secara profesional untuk mempermudah kinerja masyarakat. Semangat dan keuletan masyarakat yang dibantu Astra akhirnya membuahkan hasil. Pertanian kopi semakin maju dengan tersedianya alat-alat pengolahan yang lengkap. Astra telah membantu memberdayakan desa melalui pengembangan potensi wisatanya. Masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Astra terus berupaya menciptakan masyarakat Desa Sejahtera Astra (DSA) yang mandiri, kreatif, dan bersahaja. Astra juga membantu komunikasi dengan pemerintah daerah dan warga desa lainnya,”Astra juga memfasilitasi pelatihan bagi perempuan lokal untuk mengolah dan mengemas gula aren, membimbing petani dalam trigona lebah penanaman sebagai turunan yang berkelanjutan. 

Dari segi infrastruktur, Astra membangun "Jembatan Sawah" jembatan yang berada diatas sawah. jembatan menjadi pusat kreatif bagi para pemuda setempat, komunitas, atau bahkan wisatawan untuk bersantai, berbagi ide, atau sekadar melihat-lihat dan berpromosi di media sosial. Di bukit Mbelang Blawong, Astra juga membuat gazebo kecil untuk melihat matahari terbit di atas pegunungan dan lanskap perumahan.

 

Sejak dibina Astra tahun 2018, awalnya hanya sekitar 200 orang yang menekuni budidaya kopi, namun pada 2021 ini mencapai 5.500 orang. Sedangkan penyerapan tenaga kerjanya meningkat drastis dari 20 orang menjadi 80 orang. Petani kopi kini bisa mereguk nikmatnya budi daya kopi dengan pendapatan hingga Rp 30 juta setahun.

Berkat program DSA, sejak tahun 2018, tanaman kopi di kabupaten berpenduduk sekitar 790.174 jiwa itu, menjadi tanaman andalan petani dengan jargon kopi sang intan merah.

“Pada 2020, Astra bersama masyarakat mulai memperluas produk turunan dan menggencarkan promosi kopi baik secara daring maupun luring. Pada 2021, dilakukan perluasan buyer kopi beragam rasa, promosi dan penjajakan ekspor kopi ke Belanda hingga memperluas DSA.

 Hingga tahun 2021 ini terdapat empat klaster yang dihasilkan DSA, yaitu kopi di 67 desa; perikanan tangkap di 151 desa; agrikultur dan olahan di 523 desa; serta wisata, kriya, dan budaya di 189 desa. 

 

Kondisi Sebelum Program DSA

1.  Pendapatan penduduk didapatkan dari mengumpulkan kayu gelondongan, dan bertani tembakau.

2. Kopi dan nira aren belum memiliki produk turunan.

3. Manajemen usaha masih perorangan dan tidak efektif.

 

Kondisi Sesudah Program DSA

1. Mata pencaharian beragam (sektor pariwisata, ekonomi kreatif, agrikultur dan olahan)

2. Muncar mulai populer, sampai disebut sebagai "Bali nya Jawa Tengah"

3. Manajemen pengelolaan semakin baik, dengan pesatnya pengembangan pemasaran branding dan kolaborasi

4. Terkenal sebagai desa dengan konsep wisata pedesaan dan dilirik oleh wisatawan mancanegara

5. Sektor produk memiliki aneka produk turunan